Rabu, 26 Agustus 2015

Peraturan Akademik

PERATURAN AKADEMIK
SMP .........…...


A.    PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
1.      Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam Tahun Pelajaran
2.      Satu Tahun Pelajaran terdiri dari  dua semester
3.     Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan pembelajaran dalam satu Tahun Pembelajaran sebanyak ...... minggu.
4.  Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan pembelajaran satu semester sebanyak ...... minggu.

B.     KEHADIRAN PESERTA DIDIK
1.      Setiap peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran satu Tahun Pembelajaran untuk semua tingkat
2.      Setiap peserta didik wajib hadir mengikuti proses belajar minimal ..... persen kehadiran dalam satu semester.
3.      Dalam  satu semester setiap peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran tatap muka sebanyak ..... kali jumlah jam Pelajaran perminggu dari setiap mata pelajaran.
4.      Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang diadakan di lapangan (di luar kelas ) sessuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap mata pelajaran
5.      Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti proses belajaran mengajar di kelas dihitung masuk dalam kegiatan belajar mengajar apabila :
a.       Mengikuti lomba mewakili sekolah yang ditugaskan oleh OSIS atau sekolah
b.      Mengikuti Rapat OSIS
c.       Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh OSIS, dan atau sekolah
d.      Mengikuti lomba/pertandingan seni, olaharaga dari lembaga resmi dengan dibuktikan surat dari klubnya
e.       Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan program sekolah

C.    KETIDAKHADIRAN PESERTA DIDIK
1.      Ketidakhadiran peserta didik dalam kegiatan dalam proses belajaar mengajar dapat disebabkan karena:
a.       Sakit (dibuktikan dengan surat keterangan dokter/pemberitahuan langsung dari orang tua/wali)
b.      Ijin (didahului dengan permohonan orang tua)
c.       Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler
d.      Sengaja tidak mengkuti pembelajaran (bolos) dan atau tanpa keterangan yang sah.

2.      Setiap peserta yang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar karena sakit maksimal selama tiga hari; Surat izin yang membuat orang tua/wali, bila satu hari cukup siswa sendiri tap diketahui oleh orng tua/wali, dan sakit inap lebih tiga hari surat izin dilampiri surat  keterangan dokter.

D.     PENILAIAN
1.      Penilai hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan tugas mandiri atau kelompok.
2.  Tugas yang dibebankan guru kepada siswa dapat berupa :
a.    Tugas terstruktur
b.   Tugas mandiri tidak terstruktur
c.    Siswa wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru

E.  SANKSI
1.         Persentase minimal kehadiran peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikut sertakan dalam proses penilaian adalah 75% dari kehadiran wajib.
2.         Persentase minimal kehadiran peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat ikut sertakan dalam proses penilaian adalah 50% dari kehadiran wajib, jika ketidak hadirannya akibat ditugaskan sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ektra kulikuler
3.         Peserta didik yang tidak diikutsertakan proses penilaian akibat tidak memenuhi kehadiran minimal, dikembalikan kepada orang tua setelah ada pemberitahuan atau peringatan kepada orang tua terlebih dahulu.
4.         Peserta didik yang tidak mengikuti proses penilaian secara lengkap tidak diperkenankan mengikuti UAS atau UN.

F.     KETENTUAN PENILAIAN
1.      Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
2.      Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran
3.      Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
4.      Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek efektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
5.      Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warga Negara yang baik sesuai dengan norma dan nilai – nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermayarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
6.      Penilaian selama proses pembelajaran berlansung dilakukan secara periodik melalui : ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.

G.    ULANGAN DAN UJIAN
1.      Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan peserta didi.
2.      Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodic untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih.
3.      Ulangan tengah semester adalah kegiatn yang dilakukan pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang menpresentasikan seluruh KD pada periode tersebut
4.      Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik diakhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indicator yang mempresantasikan semua KD pada semester tersebut.
5.      Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik diakhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik diakhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan system paket.cakupan ulangan meliputi seluruh indicator yang mempresentasikan KD pada semester tersebut
6.      Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakuakan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan
7.      Ujian nasional yang selanjutnya disebuat UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

H.       PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN
1.      Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan harian dan tugas mandiri atau kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik.kan
2.      Penilain hasil belajar yang selenggarakan melalui ulangan tengah semester, dan ulangan ahir semester dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan


3.      Ujian sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan
4.      Ujian nasional dilakukan oleh pemerintah

I.          NILAI / LAPORAN PENILAIAN
1.      Nilai akhlak mulia dan kepribadian diimput oleh guru BP/BK dari guru agama dan kewarganegaraan
2.      Nilai pengembangan diri dihimpunt oleh guru BP/BK dari pelatih/istruktur/pembimbing kegiatan pengembangan diri
3.      Nilai harian diperoleh dari gabungan hasil ulangan haarian dengan nilai tugas dengan perbandingan ...... : .....
4.      Sekala nilai untuk pengtahuan dan praktik memakai skala ratusan dan nilai yang pecahan dibulatkan ke atas contoh : 74,51 dibulatkan 75.
5.      Skala nilai kepribadian, sangat baik = A, baik = B, kurang = C.
6.      Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas setelah diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik.
7.      Nilai akhir setiap mata pelajaran diperoleh dari ......nilai harian dan .... nilai ulangan setengah semester dan ..... niali ujian semester
8.      Nilai ujian sekolah dan nilai UN diperoleh dari ujian sekolah dan Ujian Nasional.
9.      Nilai pada laporan hasil belajar selalu ada komentar dari pendidik berdasarkan kompetensi dasar yang diselesaikan dalam satu semester.

J.      REMEDIAL
1.      Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan ulangan tengah semester harus mengikuti pembelajaran remedi.
2.      Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian (untuk beberapa KD) atau ulangan tengah semester ( untuk beberapa SK).
3.      Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dalam berbagai kegiatan antara lain :
a.       Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda melalui kegiatan tatap muka diluar jam efektif
b.   Pemberian bimbingan secara khusus misalnya bimbingan perorangan
c.    Pemberian tugas- telah tugas latihan secara khusus
d.   Pemanfaatan tutur sebaya
4.      Tes ulangan diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial
5.      Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM


K.  KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN
1.   Kanaikan kelas dilaksanakan pada setiap ahir tahun pelajaran atau setiap ahir semester genap
2.   Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap
3.   Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas VIII dan IX, apabila :
a.       Tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada mata pelajaran agama dan kewarganegaraan
b.      Tidak memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhlak mulia dan kepribadian
c.       Memiliki satu mata pelajaran dengan nilai kurang dari atau sama dengan .......
4.   Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas VIII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari ........ mata pelajaran
5.   Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas IX, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari ........mata pelajaran yang bukan mata pelajaran cirri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu mata pelajaran ciri khas program

6.   Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh rapat majelis guru dengan kriteria :
a.    Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b.   Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan
c.    Lulus ujian sekolah (US) untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
d.   Lulus UN. Kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus secara rinci sesuai dengan ketentuan mengenai penilaian akhir dan ujian sekolah yang diatur lebih lanjut dengan peraturan mentri dan prosedur operasi standar (POS) tentang ujian nasional yang berlaku dalam tahun pelajaran …………...



L.        HAK DAN KEWAJIBAN SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR

1.      Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa:
a.       Alat dan bahan pratikum untuk mata pelajaran biologi, kimia, dan fisika
b.      Media pembelajaran Alat atau perabot praktek untuk mata pelajaran kesenian, penjasorkes dan keterampilan
c.       Koputer dan internet untuk praktek pelajaran TIK
d.      Alat praktik ( Lab Bahasa ) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa inggris
e.       Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah dalam bentuk meminjam buku pelajaran, buku reflensi dan pengetahuan umum diperpustakaan sesuai prosedur
2.   Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku reflensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan standar isi kurikulum
3.   Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat diperpustakaan, Lab fisika, Lab kimia, Lab biologi, Lab bahasa, Lab matematika, Lab komputer dan Lab IPS.

M.    LAYANAN KONSULTASI SISWA
1.         Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik diberi pelayanan akademis oleh guru mata pelajaran, wali kelas maupun konselor (guru BK)
2.         Setiap wali kelas wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya
3.         Setiap guru BK wajib mengerjakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya
4.         Layanan khusus diberikan kepliada setiap peserta didik yang memiliki masalah khusus dalam mengikuti proses pembelajaran , seperti masalah:
a.       Kehadiran
b.      Kepribadian
c.       Akhlak
d.      Ekonomi
e.       Keamanan
5.      Layanan khusus diberikan secara berjenjang mulai dari guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK
6.      Segala bentuk pelayanan (akademik) dan  dikoordinasikan dengan guru BK
7.      Setiap peserta didik wajib melaksanakan satu jenis kegiatan pengembangan diri
8.      Setiap peserta didik berhak mendapat pelayanan untuk melaksanakan pengembangan diri



N.       MUTASI ISWA
1.      Mutasi siswa dapat berupa :
a.       Mutasi masuk
b.      Mutasi keluar
2.      Proses penerimaan siswa pindah masuk dilakukan paling lambat minggu ketiga setiap awal tahun pelajaran
3.      Siswa pindah masuk harus memenuhi persyaratan persyaratan yang ditentukan :
a.          Surat permohonan orang tua yang bersangkutan
b.         Memiliki laporan hasil belajar (raport) dengan nilai lengkap dari sekolah asal
c.          Memiliki ijazah sekolah menengah pertama atau sederajat
d.         Memiliki surat tanda lulus dengan nilai yang tidak lebih rendah dari nilai minimal (PSB pada tahunnya)


Ditetapkan di    : Banyumas
Pada tanggal     :    Juli………
                                     KETUA KOMITE,                              KEPALA SEKOLAH,



                                      ………………….                                 ………………………………
                                                                                                  NIP…………………………




Peraturan Akademik

Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan mencakup perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi manajemen. Salah satu komponen standar pengelolaan yang implementasinya masih kurang mendapat perhatian di sekolah adalah pelaksanaan rencana kerja sekolah. Berdasarkan Peraturan

Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun 2007 untuk melaksanakan rencana kerja sekolah diperlukan berbagai pedoman pengelolaan sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Bagian utama dari pedoman pengelolaan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah  peraturan akademik, namun kenyataannya masih banyak sekolah belum menyusun peraturan akademik sesuai rambu-rambu yang terdapat dalam standar pengelolaan. Hal ini juga menjadi temuan dan masukan dari berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan/bimbingan teknis (diklat/bimtek) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta monitoring dan evaluasi.

Maka dalam upaya memenuhi kebutuhan satuan pendidkan guna mempercepat pemenuhan standar pengelolaan pendidikan, maka penulis  menerbitkan “Petunjuk Teknis Penyusunan Peraturan Akademik”. Unduh Disini

Selasa, 16 Juni 2015

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK

TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK

Kepala sekolah/madrasah hanya akan berusaha kuat untuk memahami konsep ini jika ada komitmen yang kuat untuk berubah dan menggerakkan guru dan siswa serta mengetahui bahwa ia akan mendapatkan pengakuan atau penghargaan sewajarnya.
Bapak/Ibu akan mudah mempelajari dan mempraktikkan materi kegiatan ini, jika ada kemauan yang kuat. Bukankah, di mana ada kemauan di situ ada jalan? Konsep teknik-teknik supervisi akademik yang sudah Bapak/Ibu praktikkan dengan sukses melalui rencana tindak lanjut, diharapkan akan  mengubah pola pikir untuk berkreasi, berinovasi, memecahkan masalah, berpikir kritis, dan bernaluri kewirausahaan. Selamat belajar!

SUPERVISI AKADEMIK

1.   Konsep Supervisi Akademik
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja  guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.